SkyIndoFly.
editorial pillar IDR-first

Bandara SUB Juanda Surabaya: panduan lengkap 2026

Panduan lengkap SUB Juanda Surabaya 2026: layout T1/T2, akses Jawa Timur + Madura, transit Hajj/Umroh sekunder, hub kedua Garuda, dan fasilitas terminal.

SI Ditulis oleh SkyIndoFly Editorial Team · Diperbarui Juni 2026 · 5 menit baca

Siap terbang? Bandingkan harga tiket live sekarang

Hasil real-time dari 200+ maskapai via Aviasales

Tarif IDR live · 200+ maskapai

Cari SUB–JED

Booking melalui form ini memberi kami komisi kecil — tanpa biaya tambahan untuk Anda.

Tarif IDR live · 200+ maskapai

Cari penerbangan

Booking melalui form ini memberi kami komisi kecil — tanpa biaya tambahan untuk Anda.

segment=umroh /> )}

Juanda International Airport (SUB) is the main international airport serving Surabaya and East Java, with two terminals (T1 domestic, T2 international) and is the second-largest hub in Indonesia for Umroh and Hajj charter departures after CGK Jakarta.

Bandara SUB Juanda Surabaya — panduan lengkap 2026: terminal, akses, Hajj/Umroh, Garuda hub-2

Dipublikasikan 3 Juni 2026 · Diperbarui 3 Juni 2026 · Waktu baca: 13 menit

TL;DR: Bandara Juanda (SUB) adalah bandara terbesar ke-3 Indonesia (setelah CGK dan DPS) dengan ~22 juta penumpang/tahun pre-pandemi. Dua terminal terpisah ~3 km: T1 untuk low-cost domestik + internasional regional, T2 untuk Garuda + Saudia + internasional full-service. Embarkasi Hajj resmi untuk Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, sebagian Jawa Tengah — 35-40rb jamaah/musim. Hub operasional kedua Garuda Indonesia dengan rute ke Singapura, Hong Kong, KL, dan Jeddah. Akses utama dari Surabaya pusat: DAMRI bus / taksi / Grab — tidak ada Airport Rail Link seperti CGK.

Daftar Isi

  1. Sejarah singkat Juanda
  2. Layout T1 dan T2
  3. Maskapai per terminal
  4. Akses dari Surabaya pusat + Madura + Jawa Timur
  5. Alur imigrasi + bea cukai
  6. Fasilitas bandara
  7. Embarkasi Hajj Surabaya + layanan Umroh
  8. Garuda hub kedua — mengapa penting
  9. FAQ
  10. Sumber resmi

Sejarah singkat Juanda {#sejarah}

Bandara Juanda dibuka 1964 sebagai pangkalan militer TNI AL. Nama “Juanda” mengabadikan Ir. H. Djuanda Kartawidjaja, Perdana Menteri Indonesia ke-10 yang juga dikenal lewat Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957 — deklarasi politik yang menetapkan Indonesia sebagai negara kepulauan dengan landas kontinen + laut teritorial 12 mil.

Tonggak utama:

  • 1964 — pembukaan sebagai pangkalan TNI AL + bandara umum
  • 1985 — alih kelola dari TNI AL ke PT Angkasa Pura I
  • 2006 — Terminal 1 modern dibangun dengan kapasitas 8 juta penumpang
  • 2014 — Terminal 2 dibuka khusus untuk Garuda + maskapai full-service internasional, kapasitas 6 juta
  • 2018-2020 — perluasan apron + persiapan T3 (tertunda pandemi)
  • 2024-2026 — pemulihan pasca-pandemi + rencana T3 dihidupkan kembali

Pengelola: PT Angkasa Pura I (BUMN bandara wilayah timur Indonesia). Kode IATA: SUB (Surabaya). Kode ICAO: WARR. Lokasi: Sedati, Kabupaten Sidoarjo — ~20 km tenggara Surabaya pusat.

Status saat ini: bandara tersibuk ke-3 Indonesia (setelah CGK dan DPS) dan hub kedua Garuda Indonesia.

Layout T1 dan T2 {#terminal}

Terminal 1 (T1) — Domestik Low-Cost + Internasional Regional

  • Lantai 1: Check-in (counter A-M), kedatangan domestik
  • Lantai 2: Departure lounge, gate boarding domestik
  • Lantai 3: Departure internasional regional
  • Kapasitas: 8-12 juta penumpang/tahun
  • Karakter: lebih ramai dan padat saat peak hour

Terminal 2 (T2) — Garuda + Internasional Full-Service

  • Lantai 1: Kedatangan internasional + domestik Garuda
  • Lantai 2: Check-in domestik Garuda + ruang tunggu domestik
  • Lantai 3: Check-in internasional + imigrasi + ruang tunggu internasional
  • Kapasitas: 6-10 juta penumpang/tahun
  • Karakter: lebih premium dan tenang, fasilitas lebih baik

Koneksi T1 ↔ T2

T1 dan T2 dipisahkan ~3 km (di sisi berlawanan landasan pacu). Terhubung via:

  • Shuttle bus gratis AP I — frekuensi setiap 15-30 menit, waktu ~10-15 menit
  • Taksi/Grab — Rp 30.000-50.000

Waktu transit minimal: 60-90 menit jika perlu pindah terminal — jangan terlambat.

Maskapai per terminal {#maskapai}

Terminal 1 (T1)

Domestik:

  • Lion Air, Wings Air, Batik Air
  • Citilink (domestik)
  • Sriwijaya Air, NAM Air
  • Super Air Jet
  • Pelita Air

Internasional regional:

  • AirAsia (KUL, JHB, DMK, PEN, sebagainya)
  • Citilink internasional (KUL, SIN)
  • Scoot (SIN)
  • Lion Air internasional (KUL, SIN, charter Hajj musiman)
  • Jetstar Asia (SIN, seasonal)

Terminal 2 (T2)

Domestik:

  • Garuda Indonesia (semua rute domestik dari SUB)

Internasional:

  • Saudia (SUB-JED reguler, SUB-MED seasonal)
  • Singapore Airlines (SUB-SIN)
  • Malaysia Airlines (SUB-KUL)
  • Cathay Pacific (SUB-HKG, seasonal)
  • Qatar Airways (SUB-DOH)
  • Emirates (SUB-DXB, seasonal)
  • China Airlines (SUB-TPE)
  • EVA Air (SUB-TPE)
  • Garuda Indonesia (internasional + Hajj/Umroh charter)

Akses dari Surabaya pusat + Madura + Jawa Timur {#akses}

Dari Surabaya pusat

AsalJarakWaktuTarif (Rp)
Tunjungan Plaza20-25 km40-60 menitTaksi 120-200rb, Grab 80-150rb
Stasiun Gubeng20 km40-60 menitDAMRI 50rb, taksi 100-180rb
Pasar Turi22 km45-70 menitDAMRI 50rb, taksi 120-200rb
Bungurasih (Terminal Bus)15 km30-45 menitDAMRI 30rb, taksi 80-130rb
Pakuwon Mall25 km45-65 menitGrab 90-160rb

Dari Madura

Setelah pembukaan Jembatan Suramadu (2009), Madura terhubung langsung ke Surabaya:

AsalJarak via SuramaduWaktuTarif (Rp)
Bangkalan35-45 km60-90 menitTaksi 250-400rb, DAMRI 75-100rb
Sampang80-90 km2-2,5 jamTravel L300 100-150rb
Pamekasan110-120 km2,5-3 jamTravel 120-180rb
Sumenep160-170 km3-4 jamTravel 150-200rb

Tol Suramadu: Rp 30.000 (mobil Gol 1).

Dari kota-kota Jawa Timur

KotaJarak ke SUBWaktuCatatan
Sidoarjo5-15 km15-30 menitBandara berlokasi di Sidoarjo
Mojokerto50 km60-90 menitVia tol Surabaya-Mojokerto
Malang90-100 km2-3 jamBisa juga via MLG (Abdulrachman Saleh), tapi rute SUB lebih banyak
Banyuwangi280-300 km5-7 jamBisa juga via BWX (Banyuwangi Blimbingsari)
Madiun170-180 km3-4 jamVia tol Trans-Jawa
Kediri130-140 km2,5-3 jamVia tol Trans-Jawa
Jember200-220 km4-5 jamLebih cepat lewat BWX

Berbeda dari CGK, SUB belum memiliki kereta langsung ke bandara. Rencana MRT/LRT Surabaya dengan ekstensi ke Juanda sedang dipertimbangkan oleh Pemkot Surabaya + Kemenhub, target operasional 2030-2032 (belum konfirmasi pembiayaan).

Alur imigrasi + bea cukai {#imigrasi}

Keberangkatan internasional (dari T2)

  1. Check-in counter (3 jam sebelum keberangkatan)
  2. Drop bagasi
  3. Imigrasi keberangkatan — autogate (WNI e-paspor) atau konter manual
  4. SCP (Security Check Point) — body scanner + X-ray bagasi kabin
  5. Boarding gate

Kedatangan internasional

  1. Imigrasi kedatangan — VoA/e-VOA counter atau konter reguler
  2. Baggage claim
  3. Bea Cukai — Jalur Hijau/Merah, e-CD wajib
  4. Karantina (jika perlu)

Tips Umroh/Hajj: Zamzam ≤5 liter/jamaah lewat bagasi cek-in maskapai Hajj/Umroh khusus — tidak masuk hitungan cukai.

Fasilitas bandara {#fasilitas}

Lounge

  • Garuda Indonesia Lounge (T2 Internasional) — Business/First Garuda, GarudaMiles Platinum, Priority Pass
  • Concordia Lounge (T2) — Priority Pass, kartu kredit premium
  • Saphire Lounge (T1, T2) — Priority Pass, bayar IDR 200-300rb
  • Plaza Premium Lounge (T2 Internasional) — Priority Pass

Hotel transit

  • Bandara Hotel Juanda — di area T1, IDR 400-700rb/malam
  • Front One Resort Sidoarjo — ~10 menit shuttle, IDR 350-600rb/malam
  • Best Western Papilio Surabaya — ~20 menit taksi, IDR 600-900rb/malam

Fasilitas umum

  • ATM: BCA, Mandiri, BRI, BNI, BSI di semua zona
  • Money changer: T1 + T2 — rate lebih buruk dari pusat kota, tukar secukupnya
  • Musholla besar: setiap terminal, tempat wudhu pria-wanita terpisah
  • Restoran halal: dominan, mulai warung lokal hingga restoran rantai
  • Wi-Fi gratis: 1 jam, tambah dengan voucher
  • Apotek + klinik: di setiap terminal
  • Toko oleh-oleh khas Jawa Timur: rengginang, sambal Bu Rudy, kerupuk udang Sidoarjo, oleh-oleh Madura

Embarkasi Hajj Surabaya + layanan Umroh {#hajj-umroh}

SUB Juanda berperan sebagai Embarkasi Hajj Surabaya — salah satu dari 14 embarkasi resmi Kemenag RI.

Embarkasi Hajj Surabaya cakupan

Embarkasi Surabaya melayani jamaah dari:

  • Jawa Timur (terbesar, ~25.000 jamaah/musim)
  • Bali (~3.000-3.500 jamaah)
  • NTB (Nusa Tenggara Barat, ~5.000-6.000 jamaah)
  • NTT (Nusa Tenggara Timur, ~500-700 jamaah)
  • Sebagian Jawa Tengah Timur (Surakarta, Sragen, dll) — dialihkan jika kuota CGK penuh

Total: 35.000-40.000 jamaah/musim Hajj.

Asrama Haji Sukolilo

Asrama Hajj resmi untuk Embarkasi Surabaya: Asrama Hajj Sukolilo (Surabaya, ~15 km dari bandara). Aktivitas:

  • Manasik akhir + briefing keberangkatan
  • Penyerahan paspor + tas Hajj resmi (koper hijau + tas tangan)
  • Medical check-up + istithoah verification
  • Transit jamaah dengan bus tertutup ke T2 SUB

Maskapai charter Hajj

  • Garuda Indonesia (GA9XX) — SUB-JED/MED, ~70% jamaah (sumber)
  • Saudia (SV57XX) — SUB-JED/MED, ~30% jamaah
  • Lion Air (JT9XX charter) — kadang dipakai untuk overflow

Umroh reguler dari SUB

  • Saudia SV827 (SUB-JED langsung) — reguler dengan B777-300
  • Garuda GA980/GA986 (SUB-JED via CGK transfer) — sebagian rute
  • Emirates EK365 (SUB-DXB seasonal, transit DXB-JED)
  • Qatar QR961 (SUB-DOH, transit DOH-JED)
  • Malaysia Airlines MH867 (SUB-KUL transit, lanjut KUL-MED dengan MH150)

Koordinasi via PPIU resmi terdaftar SISKOPATUH Kemenag.

Layanan fisik di SUB untuk jamaah

  1. Konter Kanwil Kemenag Jawa Timur di T2 saat musim Hajj — bantuan untuk dokumen, visa, dan koordinasi
  2. Ruang tunggu khusus jamaah grup di T2 untuk grup 40+ orang
  3. Musholla khusus dengan kapasitas besar
  4. Trolley + porter (tarif resmi Rp 25.000-50.000 per koper)
  5. Petugas pendamping PPIU di area check-in saat musim Umroh puncak

Detail koordinasi PPIU: Tiket Umroh murah 2026 — panduan SISKOPATUH lengkap.

Garuda hub kedua — mengapa penting {#garuda-hub}

Setelah CGK Jakarta, SUB Juanda adalah hub operasional terbesar kedua Garuda Indonesia. Faktor-faktor:

1. Letak strategis Jawa Timur

  • Populasi: ~40 juta jiwa (terbesar ke-2 setelah Jawa Barat)
  • PDRB tinggi (industri + perdagangan + UMKM)
  • Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya) — pelabuhan ke-2 Indonesia
  • Pusat Hajj/Umroh untuk Indonesia Timur

2. Konektivitas hub

Garuda dari SUB menerbangi:

  • Internasional: SIN, HKG, KUL, JED (musiman Umroh), DOH (transit), NRT (musiman)
  • Domestik utama: CGK, DPS, JOG, BPN, MDC, UPG, LOP, BWX, MLG, SOC

3. Hub charter Hajj

35-40rb jamaah/musim membutuhkan ~80-100 penerbangan charter widebody (Boeing 777, A330). Garuda memiliki kapasitas + kru + maintenance untuk skala ini.

4. Crew base + maintenance

  • Garuda memiliki crew domiciled di Surabaya (pilot + flight attendant)
  • GMF AeroAsia Line Maintenance di Juanda untuk B737, B777, A330
  • Beberapa rotasi pesawat malam (RON — Remain Overnight) di SUB

5. Connecting hub untuk Indonesia Timur

Saat CGK overload (sering terjadi di musim Lebaran + Liburan Sekolah), Garuda re-route sebagian rute internasional via SUB. Misalnya: penumpang Sydney-Jakarta bisa direkomendasikan via SYD-DPS-SUB-CGK alih-alih SYD-DPS-CGK.

6. Faktor sejarah maskapai

Garuda Indonesia secara historis selalu menempatkan SUB sebagai hub kedua sejak era 1990-an. Saat krisis maskapai (deregulasi 2000-an, restrukturisasi Garuda 2005, dan pasca-pandemi 2020-2022), Garuda tetap mempertahankan operasi SUB dalam skala maksimal — berbeda dari maskapai pesaing (misal Lion Air) yang lebih fluid dalam rotasi hub.

Implikasi untuk penumpang

  • Tarif Garuda SUB sering lebih kompetitif daripada SUB-CGK karena ada surplus kapasitas
  • Frekuensi SUB-CGK Garuda: ~15-18 penerbangan/hari (dengan Citilink ~25-30/hari total grup)
  • Layanan lounge + petugas Garuda di SUB setara dengan CGK — full-service experience
  • Konektivitas internasional: untuk warga Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT, transit di SUB Garuda lebih efisien daripada di CGK karena jadwal yang lebih terkoordinasi

Tips perjalanan dari SUB {#tips}

Untuk wisatawan domestik

  1. Booking H-30 sampai H-60: tarif domestik Garuda/Citilink/Lion biasanya terendah di window ini
  2. Hindari mudik puncak: H-7 sampai H+7 Lebaran, Natal, Tahun Baru, dan liburan sekolah
  3. Web check-in: hemat 30-60 menit di counter, terutama saat peak hour
  4. T1 vs T2: jangan salah terminal — minimum 60-90 menit transit antar terminal

Untuk wisatawan internasional

  1. VoA/e-VOA siap: apply e-VOA online sebelum berangkat untuk jalur cepat
  2. Money changer: tukar di pusat Surabaya (Tunjungan Plaza, Pakuwon) untuk rate lebih baik
  3. SIM lokal: bisa beli di terminal (Telkomsel, XL, Indosat) atau di kota
  4. Restoran halal: dominan, mudah ditemui

Untuk jamaah Hajj/Umroh

  1. Koordinasi PPIU: konfirmasi terminal + jadwal 24-48 jam sebelum
  2. Asrama Hajj Sukolilo: untuk jamaah Hajj reguler Kemenag — wajib menginap 1-2 malam
  3. Bagasi: maksimal 32 kg/jamaah (Saudia + Garuda Hajj/Umroh), Zamzam pulang max 5 liter
  4. Lansia: request wheelchair + petugas pendamping minimum 48 jam sebelum

FAQ {#faq}

Lihat bagian FAQ di atas (frontmatter) untuk pertanyaan paling sering ditanyakan tentang SUB.

Sumber resmi {#sumber}

Artikel ini disusun berdasarkan data dari:

Verifikasi langsung dengan sumber resmi sebelum mengambil keputusan terkait dokumen perjalanan atau koordinasi jamaah.


Artikel ini ditulis oleh SkyIndoFly Editorial Team. Untuk pertanyaan atau koreksi, hubungi editorial@skyindofly.com. Untuk panduan rute spesifik dari SUB, lihat Surabaya–Jeddah, Surabaya–Madinah, dan Surabaya–Jakarta.

Sumber

Last verified: 2026-06-22

Tentang SkyIndoFly Editorial Team

SkyIndoFly adalah tim redaksi Indonesia yang mencakup logistik PMI, perencanaan Umroh/Hajj, rute mudik diaspora, dan koridor backpacker Bali. Setiap artikel ditulis oleh satu desk dan fact-check oleh desk lain, diterbitkan di bawah satu byline tim. Lihat masthead dan standar redaksi lengkap.

Diperbarui Juni 2026

Sumber rujukan