Juanda International Airport (SUB) is the main international airport serving Surabaya and East Java, with two terminals (T1 domestic, T2 international) and is the second-largest hub in Indonesia for Umroh and Hajj charter departures after CGK Jakarta.
Bandara SUB Juanda Surabaya — panduan lengkap 2026: terminal, akses, Hajj/Umroh, Garuda hub-2
Dipublikasikan 3 Juni 2026 · Diperbarui 3 Juni 2026 · Waktu baca: 13 menit
TL;DR: Bandara Juanda (SUB) adalah bandara terbesar ke-3 Indonesia (setelah CGK dan DPS) dengan ~22 juta penumpang/tahun pre-pandemi. Dua terminal terpisah ~3 km: T1 untuk low-cost domestik + internasional regional, T2 untuk Garuda + Saudia + internasional full-service. Embarkasi Hajj resmi untuk Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, sebagian Jawa Tengah — 35-40rb jamaah/musim. Hub operasional kedua Garuda Indonesia dengan rute ke Singapura, Hong Kong, KL, dan Jeddah. Akses utama dari Surabaya pusat: DAMRI bus / taksi / Grab — tidak ada Airport Rail Link seperti CGK.
Daftar Isi
- Sejarah singkat Juanda
- Layout T1 dan T2
- Maskapai per terminal
- Akses dari Surabaya pusat + Madura + Jawa Timur
- Alur imigrasi + bea cukai
- Fasilitas bandara
- Embarkasi Hajj Surabaya + layanan Umroh
- Garuda hub kedua — mengapa penting
- FAQ
- Sumber resmi
Sejarah singkat Juanda {#sejarah}
Bandara Juanda dibuka 1964 sebagai pangkalan militer TNI AL. Nama “Juanda” mengabadikan Ir. H. Djuanda Kartawidjaja, Perdana Menteri Indonesia ke-10 yang juga dikenal lewat Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957 — deklarasi politik yang menetapkan Indonesia sebagai negara kepulauan dengan landas kontinen + laut teritorial 12 mil.
Tonggak utama:
- 1964 — pembukaan sebagai pangkalan TNI AL + bandara umum
- 1985 — alih kelola dari TNI AL ke PT Angkasa Pura I
- 2006 — Terminal 1 modern dibangun dengan kapasitas 8 juta penumpang
- 2014 — Terminal 2 dibuka khusus untuk Garuda + maskapai full-service internasional, kapasitas 6 juta
- 2018-2020 — perluasan apron + persiapan T3 (tertunda pandemi)
- 2024-2026 — pemulihan pasca-pandemi + rencana T3 dihidupkan kembali
Pengelola: PT Angkasa Pura I (BUMN bandara wilayah timur Indonesia). Kode IATA: SUB (Surabaya). Kode ICAO: WARR. Lokasi: Sedati, Kabupaten Sidoarjo — ~20 km tenggara Surabaya pusat.
Status saat ini: bandara tersibuk ke-3 Indonesia (setelah CGK dan DPS) dan hub kedua Garuda Indonesia.
Layout T1 dan T2 {#terminal}
Terminal 1 (T1) — Domestik Low-Cost + Internasional Regional
- Lantai 1: Check-in (counter A-M), kedatangan domestik
- Lantai 2: Departure lounge, gate boarding domestik
- Lantai 3: Departure internasional regional
- Kapasitas: 8-12 juta penumpang/tahun
- Karakter: lebih ramai dan padat saat peak hour
Terminal 2 (T2) — Garuda + Internasional Full-Service
- Lantai 1: Kedatangan internasional + domestik Garuda
- Lantai 2: Check-in domestik Garuda + ruang tunggu domestik
- Lantai 3: Check-in internasional + imigrasi + ruang tunggu internasional
- Kapasitas: 6-10 juta penumpang/tahun
- Karakter: lebih premium dan tenang, fasilitas lebih baik
Koneksi T1 ↔ T2
T1 dan T2 dipisahkan ~3 km (di sisi berlawanan landasan pacu). Terhubung via:
- Shuttle bus gratis AP I — frekuensi setiap 15-30 menit, waktu ~10-15 menit
- Taksi/Grab — Rp 30.000-50.000
Waktu transit minimal: 60-90 menit jika perlu pindah terminal — jangan terlambat.
Maskapai per terminal {#maskapai}
Terminal 1 (T1)
Domestik:
- Lion Air, Wings Air, Batik Air
- Citilink (domestik)
- Sriwijaya Air, NAM Air
- Super Air Jet
- Pelita Air
Internasional regional:
- AirAsia (KUL, JHB, DMK, PEN, sebagainya)
- Citilink internasional (KUL, SIN)
- Scoot (SIN)
- Lion Air internasional (KUL, SIN, charter Hajj musiman)
- Jetstar Asia (SIN, seasonal)
Terminal 2 (T2)
Domestik:
- Garuda Indonesia (semua rute domestik dari SUB)
Internasional:
- Saudia (SUB-JED reguler, SUB-MED seasonal)
- Singapore Airlines (SUB-SIN)
- Malaysia Airlines (SUB-KUL)
- Cathay Pacific (SUB-HKG, seasonal)
- Qatar Airways (SUB-DOH)
- Emirates (SUB-DXB, seasonal)
- China Airlines (SUB-TPE)
- EVA Air (SUB-TPE)
- Garuda Indonesia (internasional + Hajj/Umroh charter)
Akses dari Surabaya pusat + Madura + Jawa Timur {#akses}
Dari Surabaya pusat
| Asal | Jarak | Waktu | Tarif (Rp) |
|---|---|---|---|
| Tunjungan Plaza | 20-25 km | 40-60 menit | Taksi 120-200rb, Grab 80-150rb |
| Stasiun Gubeng | 20 km | 40-60 menit | DAMRI 50rb, taksi 100-180rb |
| Pasar Turi | 22 km | 45-70 menit | DAMRI 50rb, taksi 120-200rb |
| Bungurasih (Terminal Bus) | 15 km | 30-45 menit | DAMRI 30rb, taksi 80-130rb |
| Pakuwon Mall | 25 km | 45-65 menit | Grab 90-160rb |
Dari Madura
Setelah pembukaan Jembatan Suramadu (2009), Madura terhubung langsung ke Surabaya:
| Asal | Jarak via Suramadu | Waktu | Tarif (Rp) |
|---|---|---|---|
| Bangkalan | 35-45 km | 60-90 menit | Taksi 250-400rb, DAMRI 75-100rb |
| Sampang | 80-90 km | 2-2,5 jam | Travel L300 100-150rb |
| Pamekasan | 110-120 km | 2,5-3 jam | Travel 120-180rb |
| Sumenep | 160-170 km | 3-4 jam | Travel 150-200rb |
Tol Suramadu: Rp 30.000 (mobil Gol 1).
Dari kota-kota Jawa Timur
| Kota | Jarak ke SUB | Waktu | Catatan |
|---|---|---|---|
| Sidoarjo | 5-15 km | 15-30 menit | Bandara berlokasi di Sidoarjo |
| Mojokerto | 50 km | 60-90 menit | Via tol Surabaya-Mojokerto |
| Malang | 90-100 km | 2-3 jam | Bisa juga via MLG (Abdulrachman Saleh), tapi rute SUB lebih banyak |
| Banyuwangi | 280-300 km | 5-7 jam | Bisa juga via BWX (Banyuwangi Blimbingsari) |
| Madiun | 170-180 km | 3-4 jam | Via tol Trans-Jawa |
| Kediri | 130-140 km | 2,5-3 jam | Via tol Trans-Jawa |
| Jember | 200-220 km | 4-5 jam | Lebih cepat lewat BWX |
Tidak ada Airport Rail Link
Berbeda dari CGK, SUB belum memiliki kereta langsung ke bandara. Rencana MRT/LRT Surabaya dengan ekstensi ke Juanda sedang dipertimbangkan oleh Pemkot Surabaya + Kemenhub, target operasional 2030-2032 (belum konfirmasi pembiayaan).
Alur imigrasi + bea cukai {#imigrasi}
Keberangkatan internasional (dari T2)
- Check-in counter (3 jam sebelum keberangkatan)
- Drop bagasi
- Imigrasi keberangkatan — autogate (WNI e-paspor) atau konter manual
- SCP (Security Check Point) — body scanner + X-ray bagasi kabin
- Boarding gate
Kedatangan internasional
- Imigrasi kedatangan — VoA/e-VOA counter atau konter reguler
- Baggage claim
- Bea Cukai — Jalur Hijau/Merah, e-CD wajib
- Karantina (jika perlu)
Tips Umroh/Hajj: Zamzam ≤5 liter/jamaah lewat bagasi cek-in maskapai Hajj/Umroh khusus — tidak masuk hitungan cukai.
Fasilitas bandara {#fasilitas}
Lounge
- Garuda Indonesia Lounge (T2 Internasional) — Business/First Garuda, GarudaMiles Platinum, Priority Pass
- Concordia Lounge (T2) — Priority Pass, kartu kredit premium
- Saphire Lounge (T1, T2) — Priority Pass, bayar IDR 200-300rb
- Plaza Premium Lounge (T2 Internasional) — Priority Pass
Hotel transit
- Bandara Hotel Juanda — di area T1, IDR 400-700rb/malam
- Front One Resort Sidoarjo — ~10 menit shuttle, IDR 350-600rb/malam
- Best Western Papilio Surabaya — ~20 menit taksi, IDR 600-900rb/malam
Fasilitas umum
- ATM: BCA, Mandiri, BRI, BNI, BSI di semua zona
- Money changer: T1 + T2 — rate lebih buruk dari pusat kota, tukar secukupnya
- Musholla besar: setiap terminal, tempat wudhu pria-wanita terpisah
- Restoran halal: dominan, mulai warung lokal hingga restoran rantai
- Wi-Fi gratis: 1 jam, tambah dengan voucher
- Apotek + klinik: di setiap terminal
- Toko oleh-oleh khas Jawa Timur: rengginang, sambal Bu Rudy, kerupuk udang Sidoarjo, oleh-oleh Madura
Embarkasi Hajj Surabaya + layanan Umroh {#hajj-umroh}
SUB Juanda berperan sebagai Embarkasi Hajj Surabaya — salah satu dari 14 embarkasi resmi Kemenag RI.
Embarkasi Hajj Surabaya cakupan
Embarkasi Surabaya melayani jamaah dari:
- Jawa Timur (terbesar, ~25.000 jamaah/musim)
- Bali (~3.000-3.500 jamaah)
- NTB (Nusa Tenggara Barat, ~5.000-6.000 jamaah)
- NTT (Nusa Tenggara Timur, ~500-700 jamaah)
- Sebagian Jawa Tengah Timur (Surakarta, Sragen, dll) — dialihkan jika kuota CGK penuh
Total: 35.000-40.000 jamaah/musim Hajj.
Asrama Haji Sukolilo
Asrama Hajj resmi untuk Embarkasi Surabaya: Asrama Hajj Sukolilo (Surabaya, ~15 km dari bandara). Aktivitas:
- Manasik akhir + briefing keberangkatan
- Penyerahan paspor + tas Hajj resmi (koper hijau + tas tangan)
- Medical check-up + istithoah verification
- Transit jamaah dengan bus tertutup ke T2 SUB
Maskapai charter Hajj
- Garuda Indonesia (GA9XX) — SUB-JED/MED, ~70% jamaah (sumber)
- Saudia (SV57XX) — SUB-JED/MED, ~30% jamaah
- Lion Air (JT9XX charter) — kadang dipakai untuk overflow
Umroh reguler dari SUB
- Saudia SV827 (SUB-JED langsung) — reguler dengan B777-300
- Garuda GA980/GA986 (SUB-JED via CGK transfer) — sebagian rute
- Emirates EK365 (SUB-DXB seasonal, transit DXB-JED)
- Qatar QR961 (SUB-DOH, transit DOH-JED)
- Malaysia Airlines MH867 (SUB-KUL transit, lanjut KUL-MED dengan MH150)
Koordinasi via PPIU resmi terdaftar SISKOPATUH Kemenag.
Layanan fisik di SUB untuk jamaah
- Konter Kanwil Kemenag Jawa Timur di T2 saat musim Hajj — bantuan untuk dokumen, visa, dan koordinasi
- Ruang tunggu khusus jamaah grup di T2 untuk grup 40+ orang
- Musholla khusus dengan kapasitas besar
- Trolley + porter (tarif resmi Rp 25.000-50.000 per koper)
- Petugas pendamping PPIU di area check-in saat musim Umroh puncak
Detail koordinasi PPIU: Tiket Umroh murah 2026 — panduan SISKOPATUH lengkap.
Garuda hub kedua — mengapa penting {#garuda-hub}
Setelah CGK Jakarta, SUB Juanda adalah hub operasional terbesar kedua Garuda Indonesia. Faktor-faktor:
1. Letak strategis Jawa Timur
- Populasi: ~40 juta jiwa (terbesar ke-2 setelah Jawa Barat)
- PDRB tinggi (industri + perdagangan + UMKM)
- Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya) — pelabuhan ke-2 Indonesia
- Pusat Hajj/Umroh untuk Indonesia Timur
2. Konektivitas hub
Garuda dari SUB menerbangi:
- Internasional: SIN, HKG, KUL, JED (musiman Umroh), DOH (transit), NRT (musiman)
- Domestik utama: CGK, DPS, JOG, BPN, MDC, UPG, LOP, BWX, MLG, SOC
3. Hub charter Hajj
35-40rb jamaah/musim membutuhkan ~80-100 penerbangan charter widebody (Boeing 777, A330). Garuda memiliki kapasitas + kru + maintenance untuk skala ini.
4. Crew base + maintenance
- Garuda memiliki crew domiciled di Surabaya (pilot + flight attendant)
- GMF AeroAsia Line Maintenance di Juanda untuk B737, B777, A330
- Beberapa rotasi pesawat malam (RON — Remain Overnight) di SUB
5. Connecting hub untuk Indonesia Timur
Saat CGK overload (sering terjadi di musim Lebaran + Liburan Sekolah), Garuda re-route sebagian rute internasional via SUB. Misalnya: penumpang Sydney-Jakarta bisa direkomendasikan via SYD-DPS-SUB-CGK alih-alih SYD-DPS-CGK.
6. Faktor sejarah maskapai
Garuda Indonesia secara historis selalu menempatkan SUB sebagai hub kedua sejak era 1990-an. Saat krisis maskapai (deregulasi 2000-an, restrukturisasi Garuda 2005, dan pasca-pandemi 2020-2022), Garuda tetap mempertahankan operasi SUB dalam skala maksimal — berbeda dari maskapai pesaing (misal Lion Air) yang lebih fluid dalam rotasi hub.
Implikasi untuk penumpang
- Tarif Garuda SUB sering lebih kompetitif daripada SUB-CGK karena ada surplus kapasitas
- Frekuensi SUB-CGK Garuda: ~15-18 penerbangan/hari (dengan Citilink ~25-30/hari total grup)
- Layanan lounge + petugas Garuda di SUB setara dengan CGK — full-service experience
- Konektivitas internasional: untuk warga Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT, transit di SUB Garuda lebih efisien daripada di CGK karena jadwal yang lebih terkoordinasi
Tips perjalanan dari SUB {#tips}
Untuk wisatawan domestik
- Booking H-30 sampai H-60: tarif domestik Garuda/Citilink/Lion biasanya terendah di window ini
- Hindari mudik puncak: H-7 sampai H+7 Lebaran, Natal, Tahun Baru, dan liburan sekolah
- Web check-in: hemat 30-60 menit di counter, terutama saat peak hour
- T1 vs T2: jangan salah terminal — minimum 60-90 menit transit antar terminal
Untuk wisatawan internasional
- VoA/e-VOA siap: apply e-VOA online sebelum berangkat untuk jalur cepat
- Money changer: tukar di pusat Surabaya (Tunjungan Plaza, Pakuwon) untuk rate lebih baik
- SIM lokal: bisa beli di terminal (Telkomsel, XL, Indosat) atau di kota
- Restoran halal: dominan, mudah ditemui
Untuk jamaah Hajj/Umroh
- Koordinasi PPIU: konfirmasi terminal + jadwal 24-48 jam sebelum
- Asrama Hajj Sukolilo: untuk jamaah Hajj reguler Kemenag — wajib menginap 1-2 malam
- Bagasi: maksimal 32 kg/jamaah (Saudia + Garuda Hajj/Umroh), Zamzam pulang max 5 liter
- Lansia: request wheelchair + petugas pendamping minimum 48 jam sebelum
FAQ {#faq}
Lihat bagian FAQ di atas (frontmatter) untuk pertanyaan paling sering ditanyakan tentang SUB.
Sumber resmi {#sumber}
Artikel ini disusun berdasarkan data dari:
- PT Angkasa Pura I — operator bandara SUB: https://www.ap1.co.id/
- AKPL (Asosiasi Karyawan Penerbangan dan Logistik) — data traffic
- Kemenag Jawa Timur — Embarkasi Hajj Surabaya: https://jatim.kemenag.go.id/
- Direktorat Jenderal Imigrasi — VoA Juanda: https://www.imigrasi.go.id/
- BPS Jawa Timur — data demografi dan wisatawan: https://jatim.bps.go.id/
Verifikasi langsung dengan sumber resmi sebelum mengambil keputusan terkait dokumen perjalanan atau koordinasi jamaah.
Artikel ini ditulis oleh SkyIndoFly Editorial Team. Untuk pertanyaan atau koreksi, hubungi editorial@skyindofly.com. Untuk panduan rute spesifik dari SUB, lihat Surabaya–Jeddah, Surabaya–Madinah, dan Surabaya–Jakarta.
Sumber
- Angkasa Pura I — SUB Juanda statistik
- Kementerian Agama RI — embarkasi Surabaya
- Kementerian Perhubungan RI — bandara Juanda
- SISKOPATUH — PPIU Jatim
- IATA — code SUB
Last verified: 2026-06-22