Sultan Hasanuddin International Airport (UPG) is the main international airport serving Makassar and eastern Indonesia, the largest aviation hub in Sulawesi, and a key origin for PMI and Umroh flights departing from the eastern half of the archipelago.
Bandara UPG Sultan Hasanuddin Makassar — panduan lengkap 2026: gerbang Indonesia Timur, hub Sulawesi, Hajj/Umroh
Dipublikasikan 3 Juni 2026 · Diperbarui 3 Juni 2026 · Waktu baca: 13 menit
TL;DR: Bandara Sultan Hasanuddin (UPG) adalah gerbang aviasi Indonesia bagian Timur dengan ~12-15 juta penumpang/tahun. Single terminal modern dengan zona internasional + domestik terpisah. Dominansi domestik ~90% (sumber) — UPG menjadi hub feeder ke Sulawesi, Maluku, Papua, NTT, NTB. Embarkasi Hajj Makassar melayani 12-15rb jamaah/musim dari Sulawesi + Maluku + Papua. Akses dari pusat Makassar: ~30-45 menit dengan taksi/Grab. Belum ada Airport Rail Link. Maskapai dominan: Lion Air + Garuda Indonesia + Citilink + Batik Air, dengan jaringan feeder Wings Air + Susi Air.
Daftar Isi
- Sejarah singkat Sultan Hasanuddin
- Layout terminal
- Mengapa UPG gerbang Indonesia Timur
- Maskapai + rute domestik dominan
- Akses dari pusat Makassar + Sulawesi Selatan
- Alur imigrasi + bea cukai
- Fasilitas bandara + layanan PMI
- Embarkasi Hajj Makassar + Umroh
- FAQ
- Sumber resmi
Sejarah singkat Sultan Hasanuddin {#sejarah}
Bandara dibuka 1937 sebagai lapangan terbang Kadieng di Mandai (Maros) oleh pemerintah kolonial Belanda. Selama PD II diambil-alih Jepang sebagai pangkalan militer. Pasca-kemerdekaan diserahkan ke TNI AU.
Nama “Sultan Hasanuddin” diambil dari Sultan Hasanuddin (1631-1670) — Sultan Gowa ke-16 yang dikenal sebagai “Ayam Jantan dari Timur” karena perlawanannya terhadap VOC Belanda dalam Perang Makassar (1666-1669).
Tonggak utama:
- 1937 — pembukaan sebagai lapangan terbang militer (era Belanda)
- 1980 — alih kelola ke PT Angkasa Pura I, jadi bandara sipil
- 2008 — terminal baru modern dibuka, kapasitas 7 juta penumpang
- 2018-2020 — perluasan apron + perpanjangan landasan pacu (kini 3.100 m, bisa menampung B777, A330, A350)
- 2024-2026 — pemulihan pasca-pandemi + persiapan UPG Master Plan 2030 (kapasitas 15-20 juta)
Pengelola: PT Angkasa Pura I (BUMN wilayah timur). Kode IATA: UPG (Ujung Pandang — nama lama Makassar). Kode ICAO: WAAA. Lokasi: Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan — ~20 km utara Makassar pusat.
Status: bandara tersibuk ke-4 Indonesia (setelah CGK, DPS, SUB) dan bandara tersibuk #1 Indonesia Timur.
Layout terminal {#terminal}
UPG menggunakan satu terminal modern dengan zona internasional dan domestik terpisah:
Zona Domestik (Lantai 1-2)
- Lantai 1: Check-in counter (A-J), kedatangan domestik, baggage claim
- Lantai 2: Departure lounge domestik, gate boarding (Gate 1-12)
- Karakter: paling ramai, ~90% traffic UPG
- Maskapai: Lion Air, Garuda Indonesia (domestik), Citilink, Batik Air, Sriwijaya Air, NAM Air, Super Air Jet, Wings Air, Susi Air
Zona Internasional (Lantai 2-3)
- Lantai 2: Check-in internasional, imigrasi keberangkatan
- Lantai 3: SCP, ruang tunggu internasional, boarding gate (Gate 13-18)
- Lantai 1: Kedatangan internasional, imigrasi kedatangan, baggage, bea cukai
- Karakter: lebih tenang
- Maskapai: Saudia, AirAsia, Malaysia Airlines, Garuda Indonesia (internasional + Hajj/Umroh charter)
Koneksi domestik ↔ internasional
Dalam satu kompleks terminal — bisa berjalan kaki ~5-10 menit. Waktu transit domestik ke internasional: minimum 90 menit (perlu keluar dari domestik, pindah ke internasional, check-in ulang, imigrasi, SCP).
Mengapa UPG gerbang Indonesia Timur {#gerbang-timur}
1. Letak geografis pusat kepulauan
Makassar berlokasi di sentral kepulauan Indonesia — relatif dekat ke Jawa, Kalimantan, dan Bali, sekaligus gerbang ke Indonesia Timur (Maluku, Papua, NTT). Tidak ada bandara lain di Indonesia Timur yang menyamai kapasitas + konektivitas UPG.
2. Hub feeder ke pulau-pulau kecil
UPG menjadi titik transit untuk maskapai pioneer/feeder:
- Wings Air — ATR-72 ke Bau-Bau, Selayar, Mamuju, Luwuk, Palu, Kendari
- Susi Air — Cessna Caravan + Pilatus Porter ke kota-kota mikro
- Aviastar — feeder ke Toraja (TRT), Selayar, Masamba
- Trigana Air — ke Papua (Sorong, Manokwari, Biak)
Penumpang dari Jakarta yang mau ke Tomohon (Sulut), Tarakan (Kaltara), atau Wamena (Papua) sering transit di UPG.
3. Pusat ekonomi Indonesia Timur
- Nikel + tambang: Morowali, Konawe, Bahodopi — boom ekonomi sejak 2018
- Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar: pelabuhan ke-3 Indonesia (setelah Tanjung Priok dan Tanjung Perak)
- Perikanan + pertanian: Sulsel, NTT, NTB, Maluku
- Pariwisata: Toraja, Bunaken, Wakatobi, Raja Ampat
4. Hub Hajj/Umroh untuk Indonesia Timur
Tanpa UPG, jamaah dari Sulawesi/Maluku/Papua harus transit di SUB Surabaya atau bahkan CGK Jakarta. Embarkasi Hajj Makassar mengurangi beban tersebut.
Maskapai + rute domestik dominan {#maskapai}
Maskapai utama (domestik)
| Maskapai | Market share UPG (~) |
|---|---|
| Lion Air | 40% (sumber) |
| Garuda Indonesia | 20% |
| Citilink | 12% |
| Batik Air | 10% |
| Super Air Jet | 8% |
| Wings Air (feeder) | 6% |
| Sriwijaya/NAM | 3% |
| Susi Air/Aviastar (feeder) | 1% |
Rute domestik utama
| Kategori | Destinasi |
|---|---|
| Jawa | CGK (~25-30 freq/hari), DPS (~15-20), SUB (~10), JOG, SOC, BDO |
| Sulawesi | MDC (Manado), PLW (Palu), KDI (Kendari), GTO (Gorontalo), LUW (Luwuk), MJU (Mamuju), TRT (Toraja), KSR (Selayar) |
| Maluku + Papua | AMQ (Ambon), TTE (Ternate), SOQ (Sorong), DJJ (Jayapura), TIM (Timika), MKW (Manokwari), BIK (Biak), MKQ (Merauke) |
| Kalimantan | BPN (Balikpapan), BDJ (Banjarmasin), PNK (Pontianak), TRK (Tarakan) |
| NTT | KOE (Kupang), MOF (Maumere), ENE (Ende) |
| NTB | LOP (Lombok), BMU (Bima), SWQ (Sumbawa) |
Rute internasional langsung (terbatas)
| Maskapai | Rute |
|---|---|
| Saudia | UPG-JED (musiman Umroh + charter Hajj) |
| AirAsia | UPG-KUL |
| Malaysia Airlines | UPG-KUL |
| Garuda Indonesia | UPG-JED (charter Hajj/Umroh), UPG-KUL (kadang) |
Untuk rute internasional lain, mayoritas transit di CGK, KUL, atau DPS.
Akses dari pusat Makassar + Sulawesi Selatan {#akses}
Dari Makassar pusat
| Asal | Jarak | Waktu | Tarif (Rp) |
|---|---|---|---|
| Pantai Losari | 22 km | 30-45 menit | Taksi 100-180rb, Grab 70-130rb |
| Karebosi | 20 km | 30-45 menit | Taksi 100-160rb, Grab 70-120rb |
| Tanjung Bunga | 25 km | 35-50 menit | Taksi 120-200rb, Grab 80-150rb |
| Mal Panakkukang | 18 km | 25-40 menit | Taksi 90-150rb, Grab 60-110rb |
| Pelabuhan Soekarno-Hatta | 25 km | 40-55 menit | Taksi 130-220rb |
Dari Sulawesi Selatan
| Kota | Jarak ke UPG | Waktu | Catatan |
|---|---|---|---|
| Maros (kabupaten UPG) | 5-10 km | 15-25 menit | UPG berada di Maros |
| Pangkep | 50 km | 1-1,5 jam | Via jalur Trans-Sulawesi |
| Pare-Pare | 150 km | 3-4 jam | Mobil pribadi/travel |
| Toraja (Rantepao) | 320 km | 7-9 jam | Lebih cepat naik pesawat ke TRT |
| Bone | 170 km | 3,5-4,5 jam | Mobil |
| Palopo | 380 km | 8-10 jam | Lebih cepat naik pesawat |
Opsi transport
- Taksi argometer (Bosowa Taxi) — di kedatangan, no surge
- Grab/Gojek — zona pickup khusus
- DAMRI bus — dari/ke Mal Panakkukang, Karebosi, Bandara Lama
- Sewa mobil — banyak counter di kedatangan
- Travel L300/Hi-Ace — untuk perjalanan antar kota Sulawesi
Belum ada Airport Rail Link. Wacana Trans Sulawesi Railway (proyek pemerintah, 2020-an) belum ada update konkret.
Alur imigrasi + bea cukai {#imigrasi}
Keberangkatan internasional
- Check-in counter (3 jam sebelum)
- Drop bagasi
- Imigrasi keberangkatan — autogate atau konter manual
- SCP — body scanner + X-ray bagasi kabin
- Boarding gate (Gate 13-18)
Kedatangan internasional
- Imigrasi kedatangan — VoA/e-VOA atau konter reguler
- Baggage claim
- Bea Cukai — Jalur Hijau/Merah, e-CD
- Karantina (jika perlu)
Catatan PMI/TKI
Bagi PMI yang kembali dari Malaysia atau Saudi, layanan BP2MI tersedia di area kedatangan internasional. Verifikasi dokumen pemulangan + asuransi BPJS-TK + klaim Jamsostek di konter khusus.
Fasilitas bandara + layanan PMI {#fasilitas}
Lounge
- Garuda Indonesia Lounge (zona internasional) — Business/First Garuda, GarudaMiles Platinum
- Saphire Lounge — Priority Pass, bayar IDR 200-300rb
- Concordia Lounge — kartu kredit premium
Hotel transit
- Ibis Budget Makassar Airport (~10 menit shuttle) — IDR 400-700rb/malam
- Swiss-Belhotel Maros (~15 menit) — IDR 500-800rb/malam
- Bandara Hotel UPG — hotel transit di area bandara
Fasilitas umum
- ATM: BCA, Mandiri, BRI, BNI, BSI
- Money changer: zona internasional
- Musholla besar: setiap zona
- Restoran halal: dominan (Sulsel mayoritas Muslim, sebagian besar restoran halal-certified)
- Wi-Fi gratis: 1 jam, tambah dengan voucher
- Toko oleh-oleh Sulsel: kacang Disko, jagung marning, ikan kering, kopi Toraja, dodol
Layanan PMI (BP2MI)
- Konter BP2MI di zona kedatangan internasional
- Bantuan dokumen: paspor hilang, kontrak kerja, gaji belum dibayar
- Asuransi BPJS-TK + klaim Jamsostek
- Konseling: untuk PMI korban kekerasan/eksploitasi
- Subsidi transport pulang ke daerah asal (Sulawesi, Maluku, Papua) lewat program tertentu
Embarkasi Hajj Makassar + Umroh {#hajj-umroh}
UPG sebagai Embarkasi Hajj Makassar melayani:
- Sulawesi Selatan (terbesar, ~7-8rb jamaah/musim)
- Sulawesi Barat
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Tenggara
- Maluku + Maluku Utara
- Papua + Papua Barat (sebagian)
Total: 12.000-15.000 jamaah/musim Hajj.
Asrama Hajj Sudiang
Asrama Hajj resmi: Asrama Hajj Sudiang Makassar (10 km dari UPG). Aktivitas:
- Manasik akhir + briefing keberangkatan
- Penyerahan paspor + tas Hajj resmi
- Medical check-up + istithoah verification
- Transit jamaah ke UPG dengan bus tertutup
Maskapai charter Hajj
- Garuda Indonesia (GA9XX) — ~65% jamaah (sumber)
- Saudia (SV57XX) — ~35% jamaah
- Boeing 777-300 + A330 + A380 widebody
Umroh reguler dari UPG
- Saudia SV827 (UPG-JED musiman, B777-300)
- Garuda GA980 (UPG-JED via CGK transfer)
- AirAsia + transit KUL (lanjut KUL-MED dengan Malaysia Airlines)
- Qatar QR961 (transit DOH)
Koordinasi via PPIU resmi terdaftar SISKOPATUH Kemenag.
Layanan fisik UPG untuk jamaah
- Konter Kanwil Kemenag Sulsel di zona internasional saat musim Hajj
- Ruang tunggu khusus jamaah grup
- Musholla khusus dengan kapasitas besar
- Trolley + porter resmi
- Petugas pendamping PPIU saat musim Umroh puncak
Detail: Tiket Umroh murah 2026 — panduan SISKOPATUH lengkap.
Tips perjalanan dari UPG {#tips}
Untuk wisatawan domestik
- Booking H-30 sampai H-60: tarif Lion Air + Citilink + Batik Air domestik biasanya terendah di window ini
- Hindari mudik puncak: Lebaran (H-7 sampai H+7), Natal-Tahun Baru, liburan sekolah Juni-Juli + Desember
- Web check-in: hemat antrian, terutama saat peak hour
- Connecting feeder: pesawat ATR-72 ke pulau-pulau kecil (Toraja, Selayar, Tahuna) sering delay karena cuaca — alokasikan transit minimum 3 jam
Untuk wisatawan internasional
- VoA/e-VOA siap: apply e-VOA online untuk jalur cepat
- Money changer: rate di kota Makassar (Karebosi area) lebih baik daripada di bandara
- SIM lokal: bisa beli di terminal atau di kota (sinyal di Sulsel rural lebih lemah, pilih Telkomsel)
- Restoran halal: dominan (Sulsel mayoritas Muslim)
Untuk jamaah Hajj/Umroh
- Koordinasi PPIU: konfirmasi terminal + jadwal 24-48 jam sebelum
- Asrama Hajj Sudiang: untuk jamaah Hajj reguler Kemenag — wajib menginap 1-2 malam
- Bagasi: maksimal 32 kg/jamaah (Saudia + Garuda Hajj/Umroh), Zamzam pulang max 5 liter
- Lansia: request wheelchair + petugas pendamping minimum 48 jam sebelum
Untuk PMI yang akan pulang
- Verifikasi kontrak: simpan kontrak kerja + slip gaji + paspor majikan untuk verifikasi BP2MI
- BPJS-TK: klaim asuransi di konter BP2MI bandara
- Transport lanjutan: koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja kabupaten/kota untuk subsidi transport ke daerah asal
Rencana ekspansi 2030 {#ekspansi}
UPG Master Plan 2030 mencakup:
- Terminal 2 baru dengan kapasitas tambahan 8-10 juta penumpang
- Landasan pacu kedua untuk meningkatkan kapasitas slot
- Konektivitas Trans Sulawesi Railway (jika proyek pemerintah dilanjutkan)
- Cargo hub lebih besar untuk distribusi logistik udara Indonesia Timur
- Tambahan rute internasional ke Tiongkok (CAN, PVG), India (BLR), dan lebih banyak rute Timur Tengah (Dubai, Doha langsung)
Total investasi diperkirakan Rp 8-12 triliun, target operasional bertahap 2028-2032.
FAQ {#faq}
Lihat bagian FAQ di atas (frontmatter) untuk pertanyaan paling sering ditanyakan tentang UPG.
Sumber resmi {#sumber}
Artikel ini disusun berdasarkan data dari:
- PT Angkasa Pura I — operator bandara UPG: https://www.ap1.co.id/
- AKPL (Asosiasi Karyawan Penerbangan dan Logistik) — data traffic
- Kemenag Sulawesi Selatan — Embarkasi Hajj Makassar: https://sulsel.kemenag.go.id/
- BP2MI — layanan PMI/TKI di bandara: https://bp2mi.go.id/
- Pemkot Makassar — data demografi + wisatawan
Verifikasi langsung dengan sumber resmi sebelum mengambil keputusan terkait dokumen perjalanan, koordinasi jamaah, atau layanan PMI.
Artikel ini ditulis oleh SkyIndoFly Editorial Team. Untuk pertanyaan atau koreksi, hubungi editorial@skyindofly.com. Untuk panduan rute spesifik dari UPG, lihat Makassar–Jeddah, Makassar–Jakarta, dan Makassar–Bali.
Sumber
- Angkasa Pura I — UPG Sultan Hasanuddin statistik
- Kementerian Agama RI — embarkasi Makassar
- Kementerian Perhubungan RI — bandara Sulawesi
- SISKOPATUH — PPIU Sulawesi
- IATA — code UPG
Last verified: 2026-06-22
Sumber rujukan
- PT Angkasa Pura I — Sultan Hasanuddin International Airport
- AKPL (Asosiasi Karyawan Penerbangan dan Logistik) — data traffic UPG
- Kemenag Sulawesi Selatan — Embarkasi Hajj Makassar
- BP2MI (Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) — layanan PMI di bandara
- Pemkot Makassar — data wisatawan + demografi