Bali-Beijing-Shanghai is an international flight corridor linking Denpasar (DPS) with China’s two main hubs — Beijing Capital (PEK) and Shanghai Pudong (PVG), served by Air China, China Eastern direct, plus Garuda Indonesia via Jakarta.
Rute Bali-Beijing-Shanghai 2027 adalah koridor penerbangan internasional yang menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar (DPS) dengan dua hub utama Tiongkok — Beijing Capital (PEK) dan Shanghai Pudong (PVG). Rute dilayani Air China (CA) direct DPS-PEK, China Eastern (MU) direct DPS-PVG, plus Garuda Indonesia via Jakarta, dengan tarif Rp 7-17 juta PP tergantung musim dan disokong oleh kebijakan 240-Hour Visa-Free Transit RRT untuk WNI sejak Desember 2024.
Stephanie Tan, 34 tahun, generasi ketiga Tionghoa-Indonesia yang besar di Glodok Jakarta, sudah lima tahun ingin mengunjungi makam leluhurnya di pinggiran Shanghai. Neneknya almarhumah selalu bercerita tentang desa Songjiang sebelum keluarga pindah ke Hindia Belanda di tahun 1920-an. Sekaligus, Stephanie ingin meeting dengan supplier tekstil di Beijing untuk butik fashion-nya di Jakarta Selatan. Pertanyaannya: bisakah satu trip mengakomodasi ziarah leluhur Shanghai + bisnis Beijing + leisure ringan, semua dimulai dari Bali tempat dia sedang berlibur dengan suaminya?
Ini adalah pertanyaan yang semakin umum di kalangan WNI cluster D — overlap antara leisure outbound dan diaspora Tionghoa-Indonesia (sekitar 3-4 juta orang) yang punya ikatan historis-bisnis dengan Tiongkok. Bali sebagai titik keberangkatan adalah pilihan logis: ada penerbangan langsung DPS-PVG (Shanghai) dan DPS-PEK (Beijing) tanpa harus transit di Jakarta atau Singapura. Sejak Desember 2024, kebijakan 240-Hour Visa-Free Transit RRT membuka pintu lebih lebar bagi WNI untuk kunjungan singkat tanpa proses visa formal.
Artikel ini memandu rute Bali → Beijing / Shanghai 2027 untuk traveler Indonesia leisure-bisnis: pilihan maskapai (Air China, China Eastern, Garuda Indonesia), aturan visa baru, atraksi wajib di kedua kota, kuliner halal, dan tip lapangan yang sering luput dari guidebook generik.
Maskapai mana yang terbang dari Bali ke Beijing dan Shanghai?
Tiga maskapai dominan melayani DPS ke Tiongkok di 2027: Air China (CA) direct DPS-PEK 3-4 kali/minggu (Rp 8-11 juta PP off-peak), China Eastern (MU) direct DPS-PVG dengan frekuensi tinggi sampai daily di peak (Rp 7-10 juta PP off-peak), serta Garuda Indonesia via CGK Jakarta dengan bagasi 30 kg gratis dan makanan halal default.
Rute DPS-PEK dan DPS-PVG/SHA: tiga maskapai dominan
Air China (CA) adalah flag carrier RRT dan operator utama DPS-PEK direct. Mengoperasikan Boeing 787 atau Airbus A330 tergantung musim, dengan frekuensi 3-4 kali per minggu pada peak season. Pengalaman dalam pesawat standar internasional Tiongkok — makanan ada opsi western dan Chinese, hiburan in-flight dalam bahasa Inggris dan Mandarin, kru bilingual Mandarin-English (sebagian bisa basic bahasa Indonesia di rute Bali). Tarif PP DPS-PEK: Rp 8-11 juta off-peak, Rp 14-17 juta peak.
China Eastern Airlines (MU) berbasis di Shanghai dan adalah pemain dominan di rute DPS-PVG. Frekuensi sangat tinggi — bisa daily di peak season dengan Airbus A330 atau Boeing 777. Sebagai bagian SkyTeam, MU memiliki kerja sama codeshare dengan Garuda Indonesia. Tarif PP DPS-PVG: Rp 7-10 juta off-peak, Rp 13-16 juta peak.
Garuda Indonesia (GA) mengoperasikan DPS ke Tiongkok umumnya via CGK Jakarta (1-stop), bukan direct dari Bali ke Beijing/Shanghai. Total perjalanan 9-12 jam termasuk transit. Keunggulan: bagasi 30kg gratis, makanan halal default, pramugari berbahasa Indonesia. Cocok untuk traveler Muslim yang ingin pengalaman halal-friendly tanpa drama mencari makanan di pesawat. Tarif PP CGK-PEK/PVG: Rp 9-13 juta off-peak.
Catatan praktis maskapai Tiongkok untuk WNI:
- Bahasa: kru utama berbahasa Mandarin-Inggris. Untuk WNI yang tidak bisa Mandarin, siapkan permintaan dalam bahasa Inggris tertulis (boarding pass, screenshot Google Translate). Banyak kru muda berbicara Inggris cukup baik untuk kebutuhan dasar.
- Makanan halal: Air China dan China Eastern menyediakan meal halal jika di-request 48 jam sebelum penerbangan via call center atau OTA. Tanpa request, default meal mengandung pork atau alkohol.
- Hiburan: in-flight entertainment Mandarin-dominan, banyak film Hollywood dengan subtitle Mandarin. Bawa konten download Netflix sendiri untuk kepastian.
- Konektivitas: WiFi in-flight tersedia di rute panjang (sering chargeable). VPN Indonesia (untuk akses Google/WhatsApp di darat Tiongkok) harus diunduh sebelum mendarat — di Tiongkok daratan, Google Play Store dan App Store untuk akses VPN sering diblokir.
240-Hour Visa-Free Transit — perubahan besar untuk WNI
Sejak 17 Desember 2024, RRT memperluas kebijakan transit visa-free dari 144 jam menjadi 240 jam (10 hari) untuk paspor 54 negara termasuk Indonesia. Ini adalah perubahan besar yang sering belum diketahui WNI.
Syarat 240-Hour Visa-Free Transit:
- Paspor Indonesia valid minimum 6 bulan.
- Tiket keluar Tiongkok ke negara ketiga (bukan kembali ke Indonesia langsung — Hong Kong, Macau, atau Taiwan dihitung sebagai “negara ketiga” dalam konteks ini).
- Tujuan akhir bukan Tiongkok (artinya hanya transit, bukan kunjungan formal).
- Masuk dan keluar melalui salah satu dari 60+ port resmi termasuk Beijing PEK + PKX (Daxing), Shanghai PVG + SHA (Hongqiao), Guangzhou CAN, Shenzhen SZX, Chengdu, Xi’an, dan banyak lainnya.
- Pergerakan bebas dalam wilayah 24 provinsi/kota yang disetujui (artinya Anda bisa keluar dari Beijing dan naik kereta cepat ke Shanghai dalam masa 240 jam — secara administratif sah).
Praktiknya untuk kasus Stephanie: dia bisa terbang DPS → PVG (Shanghai), ziarah dan bisnis 5 hari, naik kereta cepat 4 jam Shanghai → Beijing, meeting supplier 4 hari, lalu terbang Beijing → Hong Kong → kembali ke Bali via Hong Kong-Denpasar. Total 9 hari, masih dalam batas 240 jam, tanpa visa formal Tiongkok. Tiket DPS-PVG-PEK-HKG-DPS bisa di-issue sebagai multi-segment di OTA Indonesia.
Untuk kunjungan formal lebih dari 240 jam atau tanpa onward ticket ke negara ketiga, WNI harus mengajukan L Visa (Tourist, Rp 750,000 single-entry) atau M Visa (Business, Rp 1,200,000 single-entry) di Kedutaan RRT Jakarta (Mega Kuningan) atau Konsulat di Surabaya. Proses 4-7 hari kerja. Dokumen: paspor + foto + bukti pemesanan hotel + tiket pulang + surat undangan (untuk M Visa) atau itinerary turis (untuk L Visa).
Beijing — apa yang harus dilihat dalam 3-4 hari
Beijing adalah ibukota politik, budaya, dan sejarah Tiongkok dengan 3,000+ tahun sejarah peradaban. Untuk first-timer WNI, fokus pada empat ikon utama:
1. Forbidden City (Gugong) + Tiananmen Square — istana kerajaan Dinasti Ming-Qing, kompleks 720,000 m² dengan 9,000+ ruangan. Tiket harus dipesan online lebih dahulu via website resmi (https://en.dpm.org.cn) dengan paspor — drop-in tidak diterima sejak 2024. Sediakan setengah hari penuh, dari Tiananmen di selatan masuk dan keluar di gerbang utara dekat Jingshan Park. Total biaya entry CNY 60 (sekitar Rp 130,000) low season, CNY 40 high season.
2. Great Wall of China (Mutianyu section) — bagian tembok terbaik untuk turis: rekonstruksi solid, kereta gantung tersedia, kerumunan lebih ringan dibanding Badaling. Jarak 73 km timur laut Beijing, sewa private driver Rp 1-1.5 juta untuk 1 hari atau ikut tour group Rp 400,000-600,000 per orang.
3. Temple of Heaven (Tiantan) — kuil tempat Kaisar Dinasti Ming-Qing berdoa untuk panen, arsitektur kayu sirkular ikonik. Pagi hari banyak warga lokal berolahraga taichi dan menari di taman sekitar — pengalaman lokal yang autentik. Tiket CNY 28-34.
4. Hutong Beijing tua — gang-gang sempit di sekitar Houhai Lake dan Nanluoguxiang dengan rumah courtyard tradisional (siheyuan). Sewa sepeda atau rickshaw, makan jajanan jalanan, dan rasakan Beijing yang “belum modern”. Hutong Yandai Xiejie (Pipe Tobacco Diagonal Street) populer.
Tip Niujie Mosque: untuk traveler Muslim, area Niujie Mosque di distrik Xicheng adalah pusat komunitas Hui Chinese Muslim. Banyak restoran halal autentik dengan masakan Tionghoa-Muslim (lamb hot pot, beef noodle, hand-pulled noodle Lanzhou). Jin Bai Wan (金百万) chain restaurant punya beberapa outlet halal di seluruh Beijing.
Shanghai — kota modern dengan jiwa kosmopolitan
Shanghai berbeda nyata dari Beijing — lebih modern, lebih fashion-forward, dan sering disebut “Paris of the East”. Untuk first-timer WNI dengan 3-4 hari, prioritas:
1. The Bund (Waitan) — promenade tepi sungai Huangpu dengan latar gedung kolonial Eropa di sisi barat dan skyline futuristik Pudong di sisi timur. Wajib dikunjungi malam hari saat lampu menyala (19:00-22:00). Gratis.
2. Yu Garden (Yuyuan) + Old City — taman klasik Tiongkok Dinasti Ming dari abad ke-16, dikelilingi pasar Old City dengan toko teh, sutra, dan jajanan. Tiket CNY 30-40. Coba xiaolongbao (soup dumplings) di Nanxiang Mantou Dian — restoran legendaris di kompleks ini.
3. Nanjing Road dan Xintiandi — Nanjing Road adalah jalan belanja pedestrian terpanjang, sementara Xintiandi adalah area heritage shikumen (rumah kolonial Shanghai) yang dialihkan jadi cafe-bar premium. Untuk shopping fashion lokal Tiongkok, coba Tianzifang dan Anfu Road.
4. Pudong Skyscrapers — Shanghai Tower (632 m, gedung tertinggi Tiongkok), Jin Mao Tower, dan Oriental Pearl TV Tower membentuk skyline ikonik. Observation deck Shanghai Tower lantai 118 CNY 180-200, view 360° terbaik di seluruh Tiongkok dalam cuaca cerah.
5. Songjiang (untuk diaspora ziarah) — sekitar 40 menit kereta dari pusat Shanghai, distrik Songjiang adalah area asal banyak keluarga Tionghoa-Indonesia generasi 1900-an. Bagi WNI yang ingin ziarah leluhur atau melacak akar keluarga, lokal travel agent bisa membantu (cari “Songjiang ancestral tour” via OTA atau hotel concierge).
Tip Fuyou Road Mosque: distrik Huangpu memiliki Fuyou Road Mosque, masjid bersejarah dengan restoran halal di sekitarnya. Untuk halal dining lebih banyak, distrik Hongkou punya komunitas Muslim besar dan beberapa restoran halal Pakistan-Bangladesh-Hui Chinese.
Berapa tarif tiket Bali-Beijing dan Bali-Shanghai 2027?
Tarif PP Bali-Beijing 2027 berkisar Rp 8-11 juta off-peak dan Rp 14-17 juta peak (Air China direct); Bali-Shanghai Rp 7-10 juta off-peak dan Rp 13-16 juta peak (China Eastern direct). Garuda via Jakarta Rp 9-13 juta off-peak. Peak musim: Imlek (Januari-Februari), Golden Week 1 Mei dan 1 Oktober, plus liburan sekolah Indonesia Juni-Juli.
Tarif perkiraan dan musim 2027
Estimasi tarif PP DPS-PEK / DPS-PVG ekonomi standar:
- Off-peak (Maret-April, September-Oktober): Air China Rp 8-10 juta, China Eastern Rp 7-9 juta, Garuda via CGK Rp 9-11 juta.
- Shoulder (Mei-Juni, November): Rp 9-12 juta semua maskapai.
- Peak (Imlek bulan Januari/Februari, Juli-Agustus libur sekolah Indonesia, Golden Week Oktober): Rp 14-18 juta — booking 4-6 bulan sebelumnya.
Peringatan Imlek: 1-2 minggu sebelum dan sesudah CNY adalah peak season terberat — tarif naik 50-80%, hotel penuh, dan banyak restoran/toko lokal tutup (IATA). Kecuali Anda secara spesifik ingin merasakan suasana CNY, hindari periode ini.
FAQ
Q: Apakah WNI butuh visa untuk masuk Beijing atau Shanghai? A: Tergantung durasi dan tujuan. Untuk transit kurang dari 240 jam (10 hari) dengan tiket lanjutan ke negara ketiga, WNI memenuhi syarat 240-Hour Visa-Free Transit yang berlaku di Beijing (PEK/PKX), Shanghai (PVG/SHA), dan banyak kota lain sejak Desember 2024. Untuk kunjungan biasa (turisme/bisnis) lebih dari 240 jam atau tanpa tiket ke negara ketiga, butuh L Visa (Tourist) atau M Visa (Business) yang diajukan di Konsulat RRT di Jakarta atau Surabaya, biaya sekitar Rp 750,000-1,500,000 tergantung jumlah entry. Verifikasi syarat terkini di situs kedutaan RRT.
Q: Maskapai mana yang terbaik dari Bali ke Beijing dan Shanghai? A: Tiga pilihan utama: Air China (CA) sebagai flag carrier RRT dengan jaringan luas, China Eastern (MU) berbasis di Shanghai dengan frekuensi tinggi DPS-PVG, dan Garuda Indonesia (GA) untuk pengalaman halal-friendly Indonesia. Untuk Beijing direct, Air China paling sering. Untuk Shanghai direct, China Eastern memimpin frekuensi. Garuda biasanya transit via CGK (Jakarta). Tarif PP Rp 7-12 juta off-peak, Rp 14-18 juta peak (Imlek + libur sekolah Indonesia).
Q: Apakah ada makanan halal di Beijing dan Shanghai? A: Ya, tersedia tetapi perlu cari aktif. Beijing memiliki Niujie Mosque area dengan banyak restoran halal Hui Chinese (kuliner Tionghoa Muslim — beef noodle, lamb skewer, hand-pulled noodles). Shanghai punya Fuyou Road Mosque area di Old City. Aplikasi seperti Halal Trip atau Dianping dengan filter “清真” (qīngzhēn, artinya halal) sangat membantu. Hotel bintang 4-5 internasional biasanya menyediakan sarapan halal jika diminta saat reservasi.
Q: Kapan musim terbaik mengunjungi Beijing dan Shanghai? A: April-Mei (spring) dan September-Oktober (autumn) adalah musim ideal — suhu 15-25°C, udara relatif bersih, dan pemandangan musiman (bunga di spring, daun berubah warna di autumn). Hindari Januari-Februari (winter, suhu -10°C di Beijing, polusi udara tinggi) dan Juli-Agustus (musim panas, suhu 35°C+, hujan deras musim monsun). Periode Imlek (Chinese New Year, biasanya akhir Januari atau Februari) adalah peak harga dan banyak toko/restoran tutup — kecuali Anda secara spesifik ingin mengalami suasana CNY.
Q: Apa beda Bandara Shanghai Pudong (PVG) dan Hongqiao (SHA)? A: Pudong (PVG) adalah bandara internasional utama Shanghai, 50 km timur pusat kota, melayani hampir semua penerbangan internasional termasuk DPS-Shanghai. Hongqiao (SHA) lebih kecil, 13 km barat pusat kota, mayoritas penerbangan domestik dan regional (Hong Kong, Taiwan, Korea, Jepang). Penerbangan dari Bali umumnya mendarat di PVG. Maglev Train dari PVG ke Longyang Road station hanya 8 menit (CNY 50, sekitar Rp 110,000) — pengalaman wajib sebagai turis.
Q: Bagaimana cara menggunakan WeChat Pay atau Alipay sebagai turis WNI? A: Sejak 2024 keduanya membuka layanan untuk turis asing. Unduh aplikasi WeChat atau Alipay sebelum keberangkatan, daftar dengan paspor (bukan KTP), dan tautkan kartu kredit Visa/Mastercard internasional. Tidak butuh rekening bank Tiongkok. Pembayaran kontaktless via QR code adalah standar di Tiongkok — kartu kredit fisik sering ditolak di toko kecil, supir taksi, dan vendor makanan. Tarik tunai CNY di ATM internasional Bank of China atau ICBC dengan kartu Indonesia (limit harian sekitar CNY 3,000).
Bali → Beijing dan Bali → Shanghai adalah dua rute yang sering luput dari travel-list WNI mainstream, padahal sangat efisien untuk overlap leisure-bisnis-diaspora yang khas cluster D Indonesia-Tionghoa. Dengan kebijakan 240-Hour Visa-Free Transit yang berlaku sejak Desember 2024, akses ke kedua kota mega-Tiongkok ini lebih mudah dari sebelumnya — tanpa visa formal untuk kunjungan singkat dengan onward ticket. Kunci pengalaman lancar: pilih maskapai sesuai kebutuhan (Air China/China Eastern untuk efisiensi direct, Garuda untuk kenyamanan halal Indonesia), unduh WeChat Pay dan VPN sebelum mendarat, dan sediakan minimal 7-10 hari untuk menjelajah dua kota tanpa terburu-buru. Selamat menempuh perjalanan ke Negeri Tirai Bambu.
Sumber
- Kemenag RI — SISKOPATUH (Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umroh dan Haji)
- Kemenag RI — Penyelenggaraan Haji & Umrah
- BP2MI — Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia
- Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia
- General Authority of Civil Aviation Saudi Arabia (GACA)
- IATA — International Air Transport Association
Last verified: 2026-06-27. Regulasi dapat berubah — verifikasi ke otoritas penerbit terkini.